Belakangan, kami, para RKMENTEE 2016 dan 2017 sedang ramai mempromosikan program RKMENTEE untuk 2018-2020.  Tulisan ini pun sesungguhnya merupakan materi promosi dari program tersebut. Tapi percayalah, kontennya merupakan konten apa adanya mengenai apa yang kami dapatkan selama belajar di Rumah Perubahan.

Apakah program mentorship tersebut dijalankan secara mingguan? 

Kami sering sekali mendapatkan pertanyaan tersebut. Baik yang melalui akun media sosial RKMENTEE2018 ataupun langsung bertanya kepada narahubung kami, Marcie. Bahkan ada pula yang bertanya kepada salah satu RKMENTEE2017, Natya, tentang waktu-waktu mentorship.

Kenyataannya saudara, menjadi RKMENTEE, yakni mereka yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk magang di Rumah Perubahan serta mentorship langsung dengan Prof. Rhenald Kasali, akan tinggal di Rumah Perubahan selama 2 tahun.

Iya, kamu tidak salah membaca. Mereka yang terpilih hingga tahap akhir, yakni dinobatkan sebagai RKMENTEE nantinya akan berada di Rumah Perubahan untuk program mentorship 2 tahun.

Lama ya? Tidak.

Suatu malam, kami diajak oleh Prof. Rhenald Kasali menghabiskan malam minggu dengan menonton film di bioskop dan dilanjutkan makan malam. Lokasinya di Jakarta Pusat. Di tengah santapan malam kami, beliau berkata bahwa dua tahun pertama seseorang bekerja selepas dia lulus dari kampus, merupakan momen yang krusial. Sebab, pada waktu-waktu itulah seseorang akan belajar banyak hal untuk menempa diri, memperkuat mental, dan membentuk karakter.

RKMENTEE 2016 – 2017 sedang asik santap malam selepas menonton Thor: Ragnarok bersama Prof. Rhenald Kasali dan ibu Elisa Kasali

Ya, momen seperti di atas termasuk momen mentoring kami. Menikmati akhir pekan bersama Prof. Rhenald Kasali selaku mentor sambil membahas film yang telah kami tonton, membahas isu-isu terkini, hingga memberikan saran-saran yang bisa kami lakukan sebagai pemuda untuk membuat negara kita menjadi lebih baik. Kalau para RKMENTEE ini tidak tinggal di Rumah Perubahan, mana mungkin bisa merasakan mentoring seperti yang kami alami?

Memangnya apa saja sih yang bakal didapat kalau jadi RKMENTEE?

Sudah rahasia umum kalau banyak orang di luar sana yang ingin sekali berinteraksi dengan Prof. Rhenald Kasali. Beliau sering menulis kolom di media massa, sering terlihat di layar kaca, serta mengisi beragam acara. Orang ingin belajar banyak dari beliau.

Sebagai RKMENTEE, kamu akan mendapatkan itu semua. Kamu berinteraksi sekaligus belajar dari Prof. Rhenald Kasali. Tetapi bukan itu kenikmatan utama dari menjadi RKMENTEE.

Ada beragam soft skill yang akan kamu dapatkan. Bagi mereka yang pernah menonton film Karate Kid (1984) pasti paham. Analogikan dengan tokoh utama dalam film tersebut. Ia ingin mengalahkan satu orang bocah yang suka memukulinya. Maka ia mendatangi seorang guru karate. Alih-alih diajari jurus-jurus hebat, si tokoh utama ini malah disuruh memberihkan rumah sang guru. Dari menyapu, mengepel, hingga mengecat pagar. Si tokoh utama ini kesal, karena merasa hanya dipermainkan sang guru. Tetapi, tanpa disadari, sang guru tengah melatihnya untuk menjadi lebih dari sekedar menguasai ilmu karate: kelincahan serta kesabaran. Dua hal yang selama ini tidak dilihat si tokoh utama.

Menjadi RKMENTEE pun begitu. Kami semua memiliki cita-cita masing-masing. Kami punya sesuatu yang ingin dicapai. Apakah kemudian dengan menjadi mentee Prof. Rhenald Kasali, kami bisa langsung meraih hal tersebut?

RKMENTEE dengan Prof. Rhenald Kasali disela penyusunan buku Disruption, Desember 2016

Di sini, kami diberi beragam proyek dan tanggung jawab. Dari yang kelihatannya hanya hal remeh (padahal tanggung jawabnya juga tidak main-main) hingga yang benar-benar terlihat besar. Kami “diajari” untuk “lincah”. Untuk menjadi lebih “agile“. Mungkin, ketika menjalankan hal tersebut, kamu belum menyadari kalau yang kamu lakukan adalah bekal untuk meraih mimpimu kelak. Kamu sesungguhnya sedang ditempa mentalnya. Untuk menjadi lebih kuat dan tangguh. Supaya ketika “terbanting”, kamu akan membal seperti bola tenis. Bukan malah pecah seperti telur.

Logikanya, kalau kita sendiri saja belum memiliki kemampuan “dasar” (bukan hanya hard skill saja ya) untuk dapat menuju ke arah yang kita mau, bagaimana bisa kita ke sana?

Jadi, worth nggak sih untuk ikut RKMENTEE dan belajar selama 2 tahun di Rumah Perubahan?

It is more than just worth. Malah kalau kami boleh saran, harusnya kalian berlomba untuk mendapatkan kesempatan sebagai RKMENTEE. Dua tahun di Rumah Perubahan dan belajar langsung dengan Prof. Rhenald Kasali itu tidaklah lama. Kamu bisa mendapatkan begitu banyak hal sekaligus mengeksplorasi diri. Siapa tahu, kamu malah menemukan potensi lain yang juga bisa dikembangkan.

— November 10, 2017

What Do You Think?