Tepat tanggal 25 Januari 2018 lalu, genap sudah 2 tahun masa program magang di Rumah Perubahan sebagai RKMENTEE (Rhenald Kasali Mentee). Sempat tidak menyangka kalau benar-benar bisa menjadi pemudi yang beruntung untuk belajar langsung di bawah bimbingan Prof. Rhenald Kasali. Bahkan diberi ruang dan waktu selama 2 tahun.

We’re Trained to be a Ninja

Actually, not we. But me. Secara pribadi merasa bahwa terjadi perubahan dalam pola pikir hingga tingkah laku. Awalnya tidak menyadari hal tersebut, namun belakangan, terutama ketika sudah dekat waktu kelulusan, ternyata betul adanya bahwa telah berubah.

Kami selama menjadi seorang RKMENTEE diberikan beragam tanggung jawab yang menuntut kami supaya bisa mengatur waktu dengan baik. Intinya, manajemen waktu. Itu yang pertama.

Sangat mungkin terjadi (bahkan sering) selama di Rumah Perubahan kalau memiliki lebih dari satu penugasan. Bisa saja kami mendapatkan tugas sebagai tim asisten, namun juga berada pada salah satu tim proyek, dan juga tim support untuk buku Prof. Rhenald Kasali. Jangan sampai, satu penugasan menghambat penugasan yang lainnya. Kami pun jadi terbiasa untuk mengatur waktu dengan taktik time block. Mengalokasikan waktu secara maksimal dalam satu hari dengan membagi menjadi blok-blok sendiri. Misalnya saja dari pukul 8-10 pagi harus mengerjakan tugas asisten. Atau, yang sering aku lakukan ialah membuat daftar to do list. Daftar tersebut harus tercentang semua di satu hari.

Penguasaan terhadap time management juga berkaitan dengan hal penting lainnya yang kami dapatkan selama menjadi RKMENTEE: komunikasi. Penugasan yang diberikan kepada kami jarang sekali yang bersifat individu. Maka, kalau kami mengatakan bahwa tidak ada yang membantu, berarti kami tidak mengkomunikasikan penugasan dengan baik. Selama berada di Rumah Perubahan, terdapat corporate culture yang kami kenal sebagai 7 Tata Nilai. Salah satunya ialah peduli. Kami pun juga harus bisa aware, siapa dalam tim yang memang bisa dibantu pekerjaannya sehingga time table proyek pun dapat selesai tepat waktu.

Seorang ninja pun (dalam bahasaku biasanya: road manager), tanpa manajemen waktu dan komunikasi yang baik tidak akan bisa menuntaskan penugasannya. Kami sering sekali mendengar komentar dari orang luar bahwa tidak mungkin satu orang mengerjakan lebih dari satu jenis penugasan. Namun ternyata, kami bisa.

Misalnya ketika kami harus running seleksi RKMENTEE 2018, beberapa dari kami juga harus menyelesaikan tugas membaca buku, bahkan di tengah-tengah seleksi, aku dan Decone (RKMENTEE 2017) mendapatkan tugas asisten. Tidak mungkin? Buktinya, kami bisa menyelesaikannya dengan baik 🙂

…Even More Than Just A Ninja

Akrobat. Mungkin itulah kata yang bisa menggambarkan bagaimana kami ketika harus menjadi road manager alias asisten Prof. Rhenald Kasali. Kami harus mampu memastikan riders yang sudah dikirimkan oleh pihak manajemen kepada panitia acara telah terpenuhi.

Ketika menjadi road manager, maka kami harus datang lebih dulu untuk memastikan venuemenghitung jarak tempuh dari lokasi bandara ke venue, bandara ke hotel, ataupun dari hotel ke venue. Setibanya di venue, kami wajib melakukan run through presentasi yang akan dibawakan oleh beliau. Jadi, mau tidak mau, riders yang sudah kami berikan, saat itu juga harus sudah tersedia.

Jangan dikira, berhadapan dengan EO ataupun panitia untuk meminta riders terpenuhi itu mudah. NO. Kami sering sekali harus berargumen lebih karena mereka tidak paham mengapa kami meminta hal tersebut. Mereka kebanyakan hanya berpikir sederhana: perangkat laptop diletakkan di area FOH atau operator dan asistennya nanti yang akan membantu mengoperasikannya.

BUKAN BEGITU.

Ada riders berarti ada standar teknis tertentu dalam bagaimana cara beliau mempresentasikan materinya. Maka, melakukan run through tidak hanya untuk mengecek kesiapan venue dalam acara, melainkan juga sebagai ajang untuk menunjukkan kepada para EO atau panitia atau mas-mas teknisi tentang presentasi beliau. Mengapa kami sampai minta beberapa hal secara spesifik.

Kalau asistennya laki-laki, mungkin para EO atau panitia merasa biasa saja. Pengecekan teknis yang ada hubungannya dengan proyektor dan audio hingga kabel-kabelnya memang lumrah dikerjakan oleh laki-laki. Namun, ceritanya berbeda ketika yang melakukan hal tersebut adalah perempuan.

Dalam beberapa kesempatan menjadi road manager, selalu dikira hanya sebatas cek venue: peletakan backdrop, penataan meja, alur masuk dan keluar. Tapi mereka selalu tidak menyangka kalau kami pun akan melakukan run through, menuntut teknisi gedung atau EO bagian teknsi untuk mendampingi kami. Jujur saja, rasanya puas melihat muka heran sekaligus takjub mereka ketika kami bisa mensimulasikan presentasi beliau. Sepertinya mereka tidak menyangka bahwa presentasi beliau akan begitu interaktif.

Dengan kata lain, menjadi ninja selain dituntut untuk lincah, juga harus mampu persuasif. Meyakinkan orang lain mengapa kami memiliki standar teknis yang demikian. Plus, kami juga harus bisa mencari jalan keluar. Berpikir kritis nan kreatif.

If You Can Be Complete Package, Why Should You Discount Yourself?

“Jangan kamu mendiskon diri kamu sendiri.”

Sebelum berada di RKMENTEE, ada satu pemikiran yang kurang tepat: tidak masalah kalau penampilan tidak menarik jika kamu punya otak. Alias, otak yang pertama, penampilan kemudian. Pemikiran tersebut didapatkan akibat merasa bahwa seseorang akan jauh lebih menarik jika bisa diajak berdiskusi apapun dan memiliki pemikiran yang terbuka. Namun, ada hal yang dilupakan: manusia adalah makhluk visual. Manusia suka dengan keindahan. Maka, ketika menjadi RKMENTEE, kami harus mampu merawat diri dan penampilan agar menjadi menarik.

Selama di Rumah Perubahan, apalagi sebagai mentee, kami juga harus membaca buku, memperkaya wawasan dengan media pembelajaran. Kami punya buku-buku wajib yang harus dibaca dan dibahas dalam suatu forum knowledge sharing bernama RPTalk. Topik yang sering dibahas malah belum banyak diketahui oleh orang Indonesia. Buku-bukunya saja merupakan buku yang baru saja diluncurkan. Bayangkan bagaimana kami mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih dahulu kemudian membagikannya kepada orang banyak.

Ternyata, kami selama ini tengah dibangun kepercayaan dirinya. Menjadi road manager yang berpenampilan rapi dan sopan, namun juga memiliki pengetahuan yang luas membuat kami lebih percaya diri bertemu dengan orang lain. Dan itu terbukti ketika kami terjun penugasan di lapangan. Baik untuk bertemu klien maupun menegosiasikan standar teknis kami dengan EO atau panitia. Kami diberikan tantangan dan juga wadah untuk membuktikan diri bahwa kami ternyata mampu.

Lulus sebagai RKMENTEE lebih dari sekedar mendapatkan banyak pelajaran. Melainkan kepercayaan diri atas potensi. Ada mutiara yang selama ini belum tereksplorasi. Masih ada kemampuan yang belum terasah.

Beruntunglah kalian yang direkrut menjadi RKMENTEE dan belajar selama 2 tahun di Rumah Perubahan bersama Prof. Rhenald Kasali. Kamu tidak akan menyangka selama masa pembelajaran itu, kamu punya banyak kemajuan 🙂

— January 26, 2018

What Do You Think?