Sekitar tahun 2016, aku berkenalan dengan gawai untuk membaca buku elektronik. Gawai pertamaku itu adalah Kobo Glo HD. Di tengah eksplorasiku dengan buku elektronik, aku beruntung bisa kenal dengan Devina–seorang Bookdragon yang menggunakan Kindle Paperwhite sebagai gawainya. Rupanya, Devina ini juga rajin menulis ulasan yang sekiranya bisa membantu sesama pengguna e-book reader. Dari situlah aku mengetahui yang namanya OverDrive.

Mengenai tulisan Devina bisa disimak di sini ya: Cara Pakai OverDrive untuk Pengguna Indonesia

Berkat tulisan dari Devina, aku jadi tahu kalau kita bisa memanfaatkan fitur OverDrive. Sayangnya, perpustakaan di Indonesia belum “semaju” perpustakaan di luar sana. Kita masih belum diakomodir oleh OverDrive untuk dapat meminjam buku dari perpustakaan yang ada di negara ini. Tetapi, rupanya ada beberapa perpustakaan yang bisa diakses oleh non-residen atau bukan penduduk.

Ha? OverDrive?

Ohya, sebelum aku jauh mengoceh, sebenarnya apa sih OverDrive itu?

“OverDrive is a free service offered by your library or school that lets you borrow digital content (like ebooks and audiobooks) anytime, anywhere. Every OverDrive collection is slightly different because each library or school picks the digital content they want for their users. All you need to get started with free digital content from your library or school is a library card or student ID” — dikutip dari laman resmi OverDrive

Kalau secara bahasa awam, OverDrive adalah sebuah platform digital yang memfasilitasi pembaca dengan perpustakaan. Jadi perpustakaan bisa “nyetok” buku elektronik dan agar pembaca bisa mengaksesnya (minimal melihat-lihat katalognya) dipergunakanlah OverDrive ini. Awalnya, OverDrive memiliki tampilan yang kurang menarik. Cenderung kaku dan monoton.

laman OverDrive apabila diakses melalui peramban

Seperti yang sudah disebutkan di atas, agar dapat mengakses koleksi perpustakaan, maka seseorang harus memiliki keanggotaan perpustakaan.

Memiliki Keanggotaan Perpustakaan di Luar Negeri

Tapi kan untuk dapat mengakses katalog dan melakukan peminjaman, harus punya nomor keanggotaan perpustakaan?

Betul sekali. Agar dapat meminjam buku elektronik dari perpustakaan yang diakomodir oleh OverDrive, seorang pengguna harus punya nomor keanggotaan perpustakaan. Di sinilah bagian yang lumayan repot karena pengguna Indonesia minimal harus bersedia untuk riset perpustakaan mana saja yang membuka kesempatan untuk non-residen melakukan registrasi.

Perlu diketahui, karena kita non-residen, yang artinya tidak ikut membayar pajak di negara tersebut, maka kita pasti akan dikenakan biaya untuk menjadi anggota. Misalnya saja, kita mau mendaftar pada salah satu perpustakaan di Amerika Serikat. Karena kita bukan warga negara AS, maka untuk melakukan pendaftaran keanggotaan, kita diminta untuk membayar nominal tertentu untuk masa keanggotaan selama satu tahun. Menurutku, ini lumayan murah dan cukup adil kok.

Tidak semua perpustakaan di luar negeri membuka keanggotaan untuk non-residen. Singapura misalnya, ia mengkhususkan diri untuk warga negara Singapura saja. Tetapi yang membuka peluang untuk non-residen juga ada. Seperti misalnya Queens Library di New York, Amerika Serikat yang mengharuskan non-residen membayar USD50 untuk 1 tahun masa keanggotaan perpustakaannya. Ada juga Burlington County yang menerima non-residen. Kuncinya adalah mau riset! Memang sih melelahkan, tapi setidaknya kita bisa tahu mana-mana saja perpustakaan yang koleksinya bisa kita akses.

Jangan terpaku dengan satu negara. Kalau tidak menemukan yang pas di Amerika Serikat, bisa juga kita mencari dari negara lain seperti di Britania Raya atau Selandia Baru atau Australia.

Kalaupun tidak mau riset, coba cek teman-teman yang sedang bersekolah di luar negeri. Coba saja tanyakan apakah mereka memiliki kartu perpustakaan. Kalau memang temannya bersedia untuk memberikanmu akses, ya bagus. Kalau tidak, kita harus mau mencari cara lain.

Aku tidak bisa memberi tahu cara yang lain sebab kuncinya adalah tidak lain dan tidak bukan melalui riset itu tadi. Ketika asik meriset, pastikan kamu tahu bahwa ada beberapa perpustakaan yang memberlakukan sistem “trial” atau percobaaan selama durasi tertentu. New York Public Library misalnya, hanya memberikan keanggotaan perpustakaan secara daring selama 30 hari. Apabila kita ingin memperpanjang masa keanggotaan, kita sendiri yang harus datang ke sana atau menulis surel permohonan. Ada pula yang sampai 60 hari. Lagi-lagi, setiap perpustakaan punya kondisi dan persyaratan yang berbeda antar satu dengan yang lainnya. Tidak ada salahnya untuk mencoba keanggotaan yang sifatnya sementara itu tadi.

Kalau Libby tuh, apaan lagi?

“Libby is a free app where you can borrow ebooks and digital audiobooks from your public library. You can stream books with Wi-Fi or mobile data, or download them for offline use and read anytime, anywhere. All you need to get started is a library card.” — dikutip dari laman resmi Libby

Tadi sempat disinggung bahwa OverDrive punya tampilan yang cenderung kaku. Lalu akhirnya “dilahirkan” Libby sebagai aplikasi ponsel/tablet yang sifatnya one stop solution. Pengguna yang sudah memiliki nomor keanggotaan perpustakaan tinggal memasang Libby di ponse/tabletnya untuk dapat meneksplor katalog perpus, melakukan peminjaman, membaca koleksi yang dipinjam, hingga melakukan pengembalian. Intinya, semua hal yang berkaitan dengan buku elektronik dan perpustakaan bisa dilakukan dari satu aplikasi itu.

Dengan aplikasi Libby, pengguna bisa melakukan banyak hal

Enak sekali kan?

Tapi kok, bisa baca buku elektronik yang dipinjam dari Libby/OverDrive di Kindle?

Kalau kamu melakukan peminjaman buku (baik itu via Libby atau langsung di laman OverDrive Perpustakaan) maka akan muncul opsi: Read in Kindle dan Read with Libby. Apabila kamu memiliki aplikasi Kindle di ponsel/tablet/pc atau menggunakan gawai Kindle sepertiku, memilih opsi Read with Kindle akan mengantarkanmu pada laman akun Amazon milikmu (tentu, pastikan kamu punya akun Amazon ya!). Sisanya, kamu tinggal klaim saja buku tersebut untuk dibaca di Kindle-mu. Kemudian, tinggal pastikan bahwa Kindle-mu terhubung internet sehingga kamu bisa melakukan sinkronisasi. Gampang kan?

— March 28, 2021

What Do You Think?